Archive for the ‘Jalan-jalan’ Category

Candi Gedong Songo

Sebuah bangunan Candi yang terletak di Kabupaten Semarang. Ya..kalo dilihat dari namanya Candi Gedong Songo bisa diartikan bahwa disini (sebetulnya) ada Bangunan Candi yang berjumlah Songo ( dalam bahasa Jawa Songo = 9,  dibaca sembilan ). Knapa saya menulis sebetulnya, itu karna sekarang yang masih utuh / bisa dinikmati bentuk candinya, cumak sekitar empat atau lima buah.. Saya sendiri sempat bertanya knapa bisa begitu..jawaban yang saya terima juga terkesan asal…( eehh..maaf ). Sebagian tuh rusak karna alam…alam yang mana ? Alam adiknya Veti Vera ? ( hehehehe..bercanda ).

9

Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi,Kec. Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tentunya. Tepatnya di lereng Gunung Ungaran.  Candi ini terletak pada ketinggian kisaran 1.200 M DPL.  Dan suhu di sana 25′ C. Info itu saya dapatken dari hape jadul yang saya punya. Percayalah !!!

Perjalanan dari Semarang bisa ditempuh lebih kurang sekitar 2 jam pake mobil kecil !! Itu juga sebenernya saya sudah ngebut dan kenak macet karena pas hari weekend !! Brarti tanpa macet durasinya bisa ditawar dan dapet diskon 30 menit. Idealnya memang pake mobil pribadi. Lha trus kalo pake bus gimana ? ( Saya jawab sendiri ) ~> kalo pake bus besar ( seat 48 ) atau medium (seat 30) ada sentral parkirnya sendiri… dari sentral parkir menuju obyek ya jalanlah kaki…lumayan ngos-ngosan dikarenakan jalan menanjak .. Sesampainya di obyek tolong plis beli tiket dulu. HTM untuk domestik Rp. 7.500,- . Trus baru kita masuk … Lhah pas kita masuk, ada banyak sekali pedagang ( biasa…namanya juga obyek wisata ) khas obyek tersebut. Mulai dari souvenir…jagung bakar sampai sate !! Duh aromanya..sedapnyaaaa.. Saya sii nggak sempat survey brapa harganya apalagi jajan. Wong bau harum sate saja sudah membuat kenyang perut ini.. 🙂  . Dan tak ketinggalan pulak, jasa sewa kuda !! Sewa kuda ini ditawarkan bagi mereka yang ndak kuat jalan kaki menanjak mengelilingi Candi. Harga sewanya Rp. 50.000 per kuda. Ini sangat membantu sekali. Tapi sekali lagi saya ndak nyewa..saya jalan kaki saja..irit beroo..   🙂 🙂   . Candi 1 yang menjadi tujuan pertama kunjungan sangat ramai…ya gimana ndak ramee..lha wong di sini paling dekat jangkauannya…lagian sebagian pengunjung yg kebetulan bareng dengan saya sudah gemppoorr , capek jalan dari sentral parkir.. Tapi lumayan untuk ajang narsis..pemandangan bagus, poto dari angel  manapun cukup bagus !!  Dan saking semangatnya untuk membantu ambil poto kaum narsis tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.00. ( Saya kebetulan nyampai pukul 14.00 ). Kabutpun turun..rombongan yang aku bawa dari Semarang memohon segera turun dan melanjutkan perjalanan kembali. Belum sempat kita naik ke Candi selanjutnya…tapi peserta yg kebetulan berasl dari pulau tetangga sudah merasa puas bisa melihat hamparan situs ini….okelah kalo begitu..akupun menuruti apa kehendak pesertaku…dan turunlah aku untuk melanjutkan pulang kembali ke Semarang….

91

Pembaca ndak usah kecewa…ya sapa tahu nti ada group lagi yang mintak ke sini…akan saya lanjutken tulisan ini. Lha apabila Anda memang penasaran ndak sabar nunggu cerita ini…hubungilah aku…nti tak anter kesana..  🙂  🙂

 

Advertisements

wisata SEPUR KLUTHUK

Banyak orang menyebut (terutama orang dJawa) Kereta Uap dengan sebutan Sepur Kluthuk. Bebas ajaahh kalii..ndak ada yang ngelarang kok. Kereta Uap ini berbahan bakar kayu !! Peninggalan jaman Belanda. Konon di dunia ini hanya tinggal tidak lebih dari lima biji !! Salah satunya ya di Indonesia dan tepatnya di Ambarawa Kabupaten Semarang Jawa Tengah ( harus lengkap nyebutinnya ). Kota Ambarawa sendiri berjarak kurang lebih 50 km dari Kota Semarang. Bisa ditempuh dengan kendaraan dengan durasi 1 jam ( jangan lebih, kalau lebih berarti kena macet… )

Untuk bisa menikmati wisata kereta ini prosesnya agak sedikit ribet. Proses diawali dengan reservasi ke DAOP 4 yang berlokasi di Semarang. Kemudian dari pihak terkait akan melayangkan surat permohonan ke DIRUT KAI. Dan kita sambil menunggu jawaban diharapkan terus berdoa memohon kepada Tuhan agar reservasi kita di acc 🙂  🙂  . Dan begitu dapat jawaban di acc maka kita disarankan untuk segera menyelesaikan secara jantan administrasinya… Untuk 1 kali trip route ke Tuntang biayanya IDR 7,5 jeti. Kapasitas maksimal 120 paxs untuk 3 gerbong. Untuk 2 gerbong 80 paxs di bandrol harga IDR 5 jeti. Berbeda dengan route ke BEDONO yang jalannya menanjak ( Pakenya Kereta Bergerigi ) harga pasti IDR 7,5 jeti dengan kapasitas maksimal 80 paxs ( 2 gerbong ). Administrasi dilakuken di Stasiun Poncol Semarang.

Trip kali ini group akuuh ambil route ke Tuntang dikarenaken jumlah pax nya 120, akan melintasi RAWA PENING yang melegenda… Group tiba 1 jam sebelum loko tour dimulai..dan peserta masih punyak kesempatan menikmati Stasiun yang sekaligus digunaken sebagai Museum KA. Ketika kami asik narsis berpoto ria sambil sesekali mengagumi isi museum, terdengar suara lengkingan peluit tanda tour dimulai….prosedur standard naik kereta api meskipun kami sudah booking semua gerbong. Setelah dipastiken tak ada peserta tertinggal, perlahan kereta api uap merangkak berjalan dan tttuuuuuiiiittttttt…… klaksonnya memecah riuhnya keceriaan peserta. Tak ada wajah kuyu..semua riang ( persis anak kecil ). Kembali klakson kereta dibunyikan dan selalu peserta tepuk tangan menyambutnya…hahahahahaa ini masa kecil kurang bahagia ( termasuk akkuuhh ). Peserta saling berebut ambil posisi dekat jendela, kalupun ndak dapet pinggir jendela ya pada nongkrong di sambungan gerbong. Ini semua dilakuken karena banyak peserta yang tak ingin ketinggalan momen indah di sepanjang perjalanan. Ceritanya tuh berburu gambar…sepur 9

Saat kereta melaju..seperti halnya naik kereta komersial laennya, seorang bapak tua petugas berjalan menyusuri gerbong untuk sekedar menyapa peserta ( kalau di kereta komersial tugasnya check tiket ). Dan beliau akhirnya malah jadi seleb dadakan,,dikarenaken banyak peserta yang pengen berpoto dengan beliau…( akuuhh ngiri knapa mbak2 canteek iniih malah berpoto dengan bapak tua…kok ya ndak poto sama akkuuh padahal sama tuanya …heheheheee ). Kereta berkecepatan kurang lebih 40 – 50 km/jam menurutkuuhh. Menyusuri pinggir Rawa Pening dengan pemandangan gunung, rawa, petani tambak dan pencari ikan….duuhh komplit ddaahhh. Rugi eloh pade ndak ikut..swear !!sepur7 dan tibalah kami di stasiun Tuntang setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit. Suasana sepi…ya iyalahh wong stasiun ini sudah ndak di pake…. Kami punya waktu 15 menit untuk menikmati suasana stasiun, sementara loko akan berbalik arah… Dan tttuuuiiitt…smua berebut ambil tempat di gerbong ntuk kembali meneruskan perjalanan ke Ambarawa  sepur5

Masih seperti saat berangkat, peserta tetap ceria. Ada jugak yg berlagak seleb 🙂 sok lambaikan tangan ketika melintasi perkampungan…hehehehe. ……..      Hingga akhirnya kami kembali finish di Ambarawa dengan selamat. Pastilah wong sebelum berangkat selalu diawali doa oleh sang tour guide yaitu SAYA !!!

Sekembalinya kami dari Tuntang..kami tak langsung menuju bus kembali ke Semarang. Tapi masih ada surprise lain ( ini jugak ide sang tour guide ~> SAYA ) yaitu suguhan jajan tradisional dan tarian kuda lumping…..ahaa semua beri tepuk tangan stending aplus !!!  Tak terasa waktu bergulir begitu cepat melebihin kecepatan kereta api uap…kami harus cepet pulang dikarenaken masih ada lagi acara yang harus kami ikutin… ndak apa..dan sebagian besar dari peserta janji untuk kembali lagi dengan route yang berbeda yaitu ke Bedono. Mangkanya broohh siisstt…rugi dah kalo lohh pade ndak nyobak ini kereta. Dan kalo mau nikmatin ini kereta eehhmm…jangan lupa kontak SAYA. Ingat SAYA yahh..  🙂 🙂

Dah dulu dah..nti kalo ke Bedono aku ceritain lagee.. dan di bawah ini sebagian dari poto yang bisa buat oleh-oleh kalian. Ndak usah protes wong ya poto ini jugak hasil dari mblutut.. 🙂 🙂 🙂 sepur3

sepur 5sepur 4sepur4

Semarang – an

 

GEREJA BLENDUK , terletak di kawasan kota lama Semarang. Kawasan Kota Lama dahulunya adalah pusat pemerintahan jaman kolonial. Memang banyak sekali peninggalan bangunan berarsitektur cantik. Salah satunya adalah Gereja Blenduk ini. Dinamakan Gereja Blenduk karena bentuk kubahnya yang mblenduk ( bhs. Jawa ). Konon arsiteknya sama dengan yang membangun Gereja Vatikan.

Bentuk bangunan yang antik dan cantik tak heran menjadi buruan kaum potografer untuk diabadikan. Dan tak jarang pula tempat ini juga menjadi lahan poto prawedding.

Pantai Kukup

Indah…pasir putihnya bagus…sunsetnya luar biasa. Tak kalah menarik dengan pantai pasir putih yang lain. Kalau pantai ini di promosikan besar-besaran tidak mustahil akan banyak wisatawan datang mengunjungi pantai ini.

Perjalanan dari Semarang dengan menggunakan mobil sendiri, menurut pengalaman saya pribadi, membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Dengan route Semarang-Ungaran-Bawen-Salatiga-Boyolali-Klaten. Sesampainya di Klaten ambil arah menuju Jogja. Dan persis di depan Obyek Candi Prambanan belok ke kiri ambil arah Wonosari. Seandainya mobil dilengkapi GPS ada route yang kita lewati ternyata tidak terbaca, jangan panik. Ada banyak rambu penunjuk jalan disana. Dan untuk kemulusan jalan raya saya memberikan nilai 85. BAGUS !!!

Ada banyak pemandangan yang dapat dinikmati di sepanjang perjalanan. Diantaranya Puncak Patuk ( maaf jika salah penulisannya ). Di sini suasananya mirip sekali dengan PUNCAK di Jawa Barat. Kita bisa berhenti sejenak untuk sekedar melepas penat di cafe-cafe yang ada serta memandangi view nun jauh dibawah yang wwaahhh…

Dan perjalanan masih kurang lebih 1,5 jam lagi untuk bisa sampai di Pantai Kukup. Entrance Fee untuk masuk kawasan pantai terbilang murah. Tempo hari saya dikenai biaya Rp. 5000 untuk Pantai TERUSAN !!!!  Ya , di sana memang ada 3 pantai sebagai pilihan kunjungan atau kalau mau semuanya dikunjungi juga tidak apa. Yaitu Pantai Baron, Pantai Kukup dan Pantai Indriyanti. Sayangnya saat kami tiba di sana sudah cukup sore. Dan kami hanya sempat menikmati sunset di Kukup…tapi itu sudah lebih dari cukup. Paling tidak , bila ada kesempatan kami akan kunjungi lagi pantai yang lain.. Tunggu aku di lain waktu wahai pantai-pantai…. 🙂 🙂 🙂

berlatih jujur

AIRSOFT GUN
Adalah salah satu paket alternatif untuk menguji sampai dimana keberanian, kebersamaan, kepintaran dan kejujuran seseorang. Itu menurut saya.

Keberanian: kita harus berani mengambil sikap, kapan saatnya maju dan kapan saatnya mundur saat berhadapan dengan lawan demi mencapai kemenangan

Kebersamaan: saling menjaga, saling melindungi sesama anggota, meski kadang ada juga yang memakai taktik mengumpankan teman sendiri demi sebuah kemenangan tim (tentu saja harus ada persetujuan dari “sang pahlawan” )

Kepintaran: membuat strategi yang bertahap (plan 1, plan 2 ) bahkan berusaha membaca taktik lawan demi sebuah kemenangan tim tentunya.

Kejujuran: ini yang penting, karena tidak ada tanda tanda yang menunjukkan kita kena peluru musuh (beda dgn paint ball). Sering terjadi perdebatan saat “perang” berlangsung. Karena satu pihak merasa pelurunya mengenai lawan dan sang lawan mengelak karena “tidak merasa” tertembak. Di sinilah dibutuhkan kejujuran dari masing-masing pemain.

Untuk seragam cukup keren karena memakai seragam ala militer plus pelindung kepala dan mata. Senjata yang dipakai skala 1:1 ( hebat !!). Persis seperti aslinya…dan pastilah untuk yang narsis ada sesi khusus pengambilan gambar…

Anda tertarik ?

my life my adventure…

…mencoba hal baru
was-was , kawatir pasti ada. Tapi bagi kami yang berprofesi sebagai Tour Leader harus berusaha menutupi rasa itu semua demi kenyamanan peserta tour. Hujan pertanyaan dari peserta harus kami jawab dengan sikap pede.

Dan itu kadang bertentangan dengan apa yang sebenarnya terjadi di dalam diri kami..tapi sampai saat ini jurus jitu kami ternyata bisa membuat nyaman peserta. Apa rahasianya ? ….”kasih tahu gak eeaaa 🙂 🙂 🙂 ”

RAFTING
Saya pribadi sudah beberapa kali mengikuti rafting… dengan menaklukan (serius) kurang lebih 2 sungai 🙂 :). Yaitu SUNGAI PROGO 5 kali dan SUNGAI SERAYU 1 kali… gak ada bosennya… sampai sekarang pun kalau ada program ke sana, pasti saya langsung mengiyakan (pastilah wong namanya juga tututan pekerjaan hehehe.. )

Untuk episode kali ini saya akan coba cerita Rafting Progo.
Untuk keberangkatan dari Semarang kami punya 2 program, yaitu keberangkatan siang atau sore hari bagi yang ingin ada acara stay di hotel, atau keberangkatan pagi hari untuk yang ingin lebih hemat. Jarak tempuh Semarang – Magelang tidak begitu jauh.. yaitu sekitar 2 jam perjalanan dengan melewati tempat tempat yang asri yaitu : UNGARAN, ketika masuk daerah itu tampak hamparan Pegunungan Ungaran yang hijau dengan Candi Gedong Songo sebagai ikon Ambarawa.

Sekarang kita akan dibawa memutar melewati lingkar luar dengan suguhan Rawa Pening yang melegenda… dan akhirnya masuk Kota Magelang yang banyak melahirkan perwira militer.
Untuk starting point arung jeram ( rafting ) dari Kawasan Hotel Puri Asri…. sesampainya di lokasi peserta disarankan untuk ganti baju peng-arungan yaitu kasual dan jangan lupa alas kaki ( biasanya pakai sandal gunung ) dilanjutkan warming up untuk sekedar pemanasan dan tentu saja pengarahan tehnik dari para pemandu rafting.

Yang diajarkan adalah cara-cara yang benar dalam pemakaian baju pelampung, helm pelindung, cara mendayung dan tehniknya bahkan cara menolong teman seandainya ada yang tercebur saat pengarungan. Melihat arus sungai yang liar.. hati ini pada awalnya ketar ketir juga…

Mulailah pengarungan , jarak tempuh pengarungan kurang lebih 3-4 km dengan durasi waktu 2 jam…wwhhaattt ??? tiap perahu diisi 5 orang plus 1 pemandu rafting… dan semua kekawatiran itu sirna, manakala adrenalinku bercampur dengan keceriaan dari peserta berpacu mendayung saling mendahului..berteriak.. tertawa lepas.. dan tak jarang ada yang mengumpat adalah bagian dari pelepasan kepenatan !!!

setengah perjalanan kami break di suatu tempat landai.. memberi kesempatan untuk beristirahat sambil tukar cerita saat peng-arungan (meskipun bersama tapi beda cerita lhooo ).. Pengarungan dilanjutkan dan kadang sang pemandu rafting “nakal” menggoda bahkan dengan sengaja membuat peserta jatuh berserakan di perahu atau malah terlempar ke sungai.. tidak ada yang marah ( hebat !! ), kami semua tertawa, tak jarang malah menertawakan kebodohan kita sendiri 🙂 :).

Hingga pada suatu tikungan dengan arus yang super liar kami bersama menjaga kekompakan agar perahu tidak terbalik.. dan tibalah di finish point yaitu Jembatan Tempuran… semua peralatan dilepas ditanggalkan dan ditinggalkan di suatu tempat untuk kemudian dibawa oleh pemandu… dan para peserta melepas lelah dengan disuguhi jajan pasar plus kelapa muda… sssiiippp mantappp!!!! kemudian kita akan dibawa kembali menuju lokasi awal untuk bilas dan kembali ke Semarang…..

Capek…seneng…dingin..tapi puas

SUN RISE

PROLOG
Pekerjaanku sebagai seorang Tour Leader di sebuah Biro Perjalanan membuatku merasa aku banget… yahh aku bisa kemana saja ( sesuai dealing ) dengan tanpa harus mengeluarkan duwit pribadi…

Sampai saat ini memang jarak jelajahku baru seputar Indonesia dan sedikit ke wilayah negara tetangga… Dan bagiku itu sudah lebih dari cukup untuk seorang seperti saya yang nota bene anak ndeso (jujur nnehh).

Cuma karena kebetulan yang sering aku dampingi adalah dari Dinas, baik itu Pemkot, Pemprov dan Dewan… aku lebih sering untuk mengantar mereka ke Instansi yang terkait… sedang wisata adalah sampingan dari kunjungan…. berikut salah satu yang sempat aku kunjungi di sela sela mengantar Kunjungan Dinas… adalah

BROMO…
Siapa sih yang gak kenal Bromo?
Dan setiap ke Bromo selalu saja yang jadi tujuannya adalah melihat Sunrise….

Yahh perjuangan menuju ke Bromo yang melelahkan terbayar lunas manakala sudah di gardu pandang dan melihat keelokan Bromo… gambar di atas adalah salah satu keelokan Bromo yang bermandikan awan…