apa INI

yaps..sudah pulih paswordnya..

Pernah sih seperti INI…tapi dulu..itu dulu sekali. Gak enak. Trus knapa pada mau..bahkan yang lucu itu pada dicari.. Orang akan merasa aneh ketika INI tak juga didapat. Ada sih beberapa orang yang sangat menikmati INI..sementara itu sebagiannya tidak mengerti mengapa INI menimpanya. Aku sebenarnya masuk kategori yang ke 2 tadi. Swear !!! 

Dulu juga saat prajurit pada mencari INI aku cuek sibuk dengan kegiatanku sendiri…enjoy sekali rasanya. Heran saat prajurit melihatku sebagai sosok yang aneh yang tanpa beban ketika tidak punya INI. Punya teman sebangku ( sampai enam tahun kami duduk bareng ) pun tidak merasa ada rasa INI. Yang terjadi adalah saling umpat dan ejek…itu sampai sekarang. Padahal kata orang dia menarik ( ini nih kalau dia baca pasti ke GRan ). ………. Duniaku terlewati dengan mulus tanpa ada rasa INI. Sampai saat orang menyebut kami sudah seharusnya mencari INI. Jangan dikata saat itu mulus seperti jalan toll untuk mendapatkan INI. Apalagi sebagai “prajurit baru”. Aku tidak punya dasar untuk membuat lawanku tertarik. Karena suatu kejadian aku menjadi sangat care. Sangat sangat care…itu naluri ternyata. Dan rasa ini ternyata adalah INI… waaaa. Entah masanya, entah itu pengalaman pertama atau entah itu berhubungan dengan pendidikan yang saat itu aku jalani. Fighting spiritnya luar biasa. Taktik tempur, semangat juang dengan segala tetek bengeknya mantap. Dan berbuah manis ( saat itu ). Tapi yang aku rasakan setelahnya adalah datar…aku sendiri gak ngerti knapa. Aku berbeda dengan prajurit yang lain. Jadi saat hari hari tertentu para prajurit menjalankan tugasnya untuk upacara 🙂  , aku tidak…!!! Singkatnya memang kami akhirnya jadi satu kompi.

Waktu berjalan seiring dengan berputarnya dunia…entah apa dan knapa itu kini terjadi lagi. Ini parah…lebih parah.. Yang aku hadapi bukan prajurit prajurit seperti saat itu. Ini HANTU  !!! Tidak kelihatan tapi ada !! Entah apa juga fighting spirit yang dulu pernah kupunya..ini seperti tergerus waktu. Aku kini sebagai prajurit bertahan. Bertahan dengan keadaan, bertahan dengan kemampuan yang ada… Rasanya tak sanggup melawan prajurit sekarang.. Amunisi yang kupunya tak lagi bisa menandingi. Hanya semangat korsa yang tersisaa. Itupun tak tahu sampai yel yel keberapa… Kalaupun tentang rasa..prajurit baru tak akan bisa menandingi seni perangku. Seni rasa INI tiap prajurit beda..Pastilah..Tapi entahlah di dunia hantu …!!!

Aku yakin…kini para prajurit tengah siapkan taktik taktik jitu seperti yang diajarkan di LATSAR… Yah Latsar. Dan Perwira cuma duduk memandang…berharap tak diserang. Kalaupun itu terjadi mungkin hanya pasrah…mamang.. Dan berharap lagi Sang Bendera tdak koyak diperebutkan..  Biarkan Sang Bendera berkibar cantik… Dan aku akan terus memberi hormat.

01.30 AM turunkan bendera….

Advertisements

komPETENsi

kompetensi itu nama yang canteek…tapi trus jangan buwat nama bayi anda… 🙂

kini lagi marak diterapken disetiap propesi, baek itu suwasta ato negeri. Untuk pegawai negeri terutama guru ( setahu guwa…lo pade jangan nyalahin yee…setahu gw ) memang sangat berarti saat sang asesi dinyataken berkompeten dibidangnya. Karena secaranya penghargaan atas usaha lulusnya juga mendapatken tambahan penghasilan yg lumayan. Itu pegawai negeri… Nah sekarang tentang uji komPetensi terhadap militan suwasta. Kek gw contohnya…!! Bahagia iya ketika dinyataken berkompeten dibidangnya 🙂   . Puas dan lega iya ketika selesai ujian yang super melelahken dengan menghadapi tumpukan berkas dan berhadapan dengan sang asesor 🙂  . Trus untuk segi penghargaan terhadap usaha kita yang menjurus ke finansial ( kek guru misalnya ) nantee duluu.. Bukannya saya iri seeh ( pengin iya !! ) tapi ternyata yang punya pemikiran kek gw ada…banyak malah. Maklum di propesi kek gw yang telat kaya itu bejibun. Bukannya gw gejugde propesi gw itu propesi kaum telat kaya bukan !! Tapi setidaknya banyak yang berharap propesi kek kami ini dihargai secara finansial di daerahnya…. Ngomongin duwit mah kagak ade abisnye… sudah ahh. Yang penting kami dinyataken berkompeten itu sudah cukup dihargai setidaknya oleh negara melalui para asesor yang rata-rata memang orang pinter. Dan itu tidak main-main sistem penilaiannya 🙂 . Lhahh iyalah untuk persyaratan ajaahh kurang satu berkas kami harus wira-wiri, bolak-balik. Belum lagi antree di uji… Belum lagi kalo berhadapan dengan sang asesor ( benernya bukan kiler kiler amat seeh ). hahahahaaaa 🙂   🙂   🙂

ngomong-omong tentang asesor mang macem-macem…betul mereka bukan KILLER , tapi secaranya psikologis kami yg sdh capek saat mempersiapken persyaratan, kemudian mengisi berkas-berkas yg seabrek, uji tulis..duuhhh biiyyuunngg. Itu scr sikologis sdh mbuat kami down… kemudian menunggu diuji yang rata-rata kisaran 30 – 45 menit. Dan yg dihadepin tuh senior…mmmaakkk…. mangkanya ketika selesai diuji bahagianya bukan main. Yak bahagia versi kami sang pemandu wisata itu itu simple. Sudah lupa saat bintek menanyaken apakah kami juga akan dihargai secara finansial… hahahahahaha

sekali lagi #BahagiaItu Simple !!

selamat juga buwat rekan – rekan sejawad , khususnya HPI DPD JAWA TENGAH yang sudah dinyataken berkompeten di bidangnya ( pemandu untuk CITY TOUR dan OVERLAND ) yang diadaken 27 – 28 Juli 2013 . Anda layak dapet bintang…!!

kitab rataPAN

Pagi ini, Ia menyapamu lagi; “Apapun yang kamu mintah kepadaNYA dalam nama-Ku, akan diberikan kepadamu.” Kita bisa menjawabnya; “Tuhan, kami telah memintah tapi kenapa kami belum dan bahkan tidak mendapatkannya? Lalu, apa artinya janji-Mu?

Izinkalah aku untuk menjawabmu lewat tulisan ini, dan percayalah bahwa Ia sendiri akan memberikan jawaban yang memuaskan dalam batinmu. Kalau kita memperhatikan, banyak orang cenderung memperhatikan apa yang dimintah atau apa yang diberikan kepadanya, daripada sang pemberi itu sendiri. Kalau kita memintah, maka berilah kesempatan sang pemberi untuk memberikan sesuai dengan kebaikan hatinya. Kita terlalu focus pada apa yang kita mintahkan dan bukan pada kesabaran kita untuk menantikan pertolongan Tuhan. Tuhan sendiri pernah menegaskan; “Kalau kamu yang jahat tahu memberi yang baik ketika anakmu memintah sesuatu kepadamu, apalagi IA di Surga?

Karena itu, kiranya dua hal ini yang harus kita kembangkan dalam hidup rohani kita ketika kita memintah sesuatu dalam doa-doa kita, yakni memasrahkan kepada kebaikan Allah untuk menilik semua kebutuhan kita, dan kesabaran untuk menanti pertolongan-Nya. Karena itu, saya senang mengutip kata-kata dari Kitab Ratapan; “…Adalah lebih baik menanti pertolongan Tuhan dengan diam.”

PestA demoKRASI

Yang namanya pesta tuh yak..selalu identik dengan hura-hura dan hingar bingar.. Makanan berlimpah, hiburan nonstop. Tapi nih…pesta yang satu ini agak sedikit beda nuansanya. Saya sik cumak mau sekedar nulis ngawur ajah dan gawur ini karena saya termasuk orang yang sok #kemeruh ( = sok tahu, Kemeruh adalah ilmu yang saya dalami dari temen ngetwit saya, Oom Mbel !! ).

Lhaah iya..namanya pesta demoKRASI. Mbok ya cari padan kata yang sedikit pas knapah? Karna ( menurut ilmu kemeruh-ku ) pesta ini hanya dinikmati oleh segelintir orang saja yang punyak kepentingan, tentu saja. Ini bicara tentang rakyat lhoh yaa.. Yang punyak kepentingan siapa ? Ya yang mencalonken diri dan tentu saja para sohib dan simpatisannya… Nah orang ( baca rakyat ) yang ndak ada link dengan yang punyak kepentingan ya bisanya cumak nonton di pinggiran ajaah… Cilakanya mereka yang punya kepentingan selalu mengatasnamaken rakyat.. Pemilihan kepala mulai dari tingkat desa sampai pada yang paling tinggi selalu menggunakan kata untuk rakyat.. Saya kadang bingung, saya rakyatnya siapahh ? Semua pidato berapi-api, membakar semangat ( hhmm..) umbar janji, visi, misi. Pada intinya sihh minta dukungan..dah gitu ajahh… Dan orang – orang disekelilingnya begitu fanatiknya mendukung… Fenomena ini sering jadi obrolan kaum terpinggir di warung angkringan. Lho lha iya lah…mereka yang fanatik tuh jan-jane ndukung apa ato siapahh dan dapet apahh…dah gitu kalo yang didukung jadi mereka juga dapet apahh ??? ( hehehehe …maap ya simpatisan…ini tentang obrolan rakyat kecil di angkringan, yang semuanya ndak sekolah tinggi, termasuk saya !! ).

Money politic jugak…ciieee… Semua bilang ndak ada money politic ( ada memang tapi sedikit !! ), saya pikir itu kok terlalu brani bilang bersih. Wong saya ajaahh mengalami beberapa kali pemilu ( desa, kota, provinsi )selalu dapet kok. Jujur nihh besarannya variatip. Ngeri tuh ya di desa..kalau pilihan lurah. Misal kita pro sama salah satu calon tuh yaa, ibarat kita ndak masak sebulanpun kita tetep bisa makan !!! Kok bisa ? iyalah…wong selama proses kempein tuh rumah si calon selalu masak besar, dihidang secara prasmanan, disuguhkan kepada simpatisannya..!! Belum lagi para pembisik-pembisiknya..wuiihh duwit tuh kayak aer…ngalir terus coy… Lha dapet dari mana ? Ya dari si calon dan pebotoh tentunya.. Cuma kadang si calon yang bodoh atau pinternya sang pembisik yaa….jadi duwit yang seharusnya “tersalur” ke simpatisan itu dipotong !! hahahahahaa… ndak heran saat selesai pemilu sang pembisik hartanya naik…hahahahahaa…  Ini tuh berlaku juga sampai ke tingkat yang lebih “atas”. Cuma kalok yang acara makan-makan sayahh ndak tahu apakah ada atau tidak..tapi yang namanya duwit tetep berkeliaran !! Eh tapi tempo hari sayah juga di undang ding…di hotel..yak di hotel. Pertemuan asosiasi ditunggangi calon.. Dan ditengah acara si calon mohon dukungan dengan tak lupa berpesan jangan lupa coblos sayaa trus kalo pulang pertemuan mohon absen…apa yang terjadi Rp. 200.000 ,- per orang coyy…uhhuuyyy. Mayan buat beli pertamax dan rokok gudang garem 🙂    . Jengkelnya saya tuh yaa saat kempein trus nyinggung duwit, orang-orang si calon bilang, bahwa sumpah kita didengar malaikat !!  Setdahhh…dah salah jalan masih mbawa nama malaikat, agama… dduuhhh.. Tapi secara aku siik bodo amat. Terima duwit ya sudah. Ini rejeki… trus gw nyontreg ? Gini nihh saya klarifikasi… Saya memang dateng di tps saat pemilu trus saat masuk ruang saya “bingung”, ini dicontreng kok disediain paku yakk ? saya sih orang simple nan bodoh , say kombain lah antara nyoblos dan contreng….saya coblosin pakunya trus saya contreng… wwwaaaa rusak !!! maap.

Eeehh..ternyata yang begituan ( mirip ) juga banyak. Dan dengan alasan yang berbeda tentunyaa.. Ada yg bilang..nyoblos itu berarti memperkaya si calon (?), nyoblos calon kalo menang juga ndak dapet apa2 (?) dan bermacem-macem alesan…. Dan sering diucapken oleh para orang-orang pinter bahwa rakyat sekarang pinter-pinter memang betul. Meski kadang saya jg bertanya pinter dimana wong selalu buat akal-akalan ( mengatasnamakan rakyat !! ). Tapi ya gitulah…itu seninya kala sedang pesta demokrasi. Saya pribadi dibilang menikmati sebetulnya ya ndak juga !! Terganggu simpatisan yang mainin gas motor sama ugal2annya ya iyaa…!! Tapi kalo bagian terima duwit sik aku oke banget…hehehehe mang knapa ??!!

Candi Gedong Songo

Sebuah bangunan Candi yang terletak di Kabupaten Semarang. Ya..kalo dilihat dari namanya Candi Gedong Songo bisa diartikan bahwa disini (sebetulnya) ada Bangunan Candi yang berjumlah Songo ( dalam bahasa Jawa Songo = 9,  dibaca sembilan ). Knapa saya menulis sebetulnya, itu karna sekarang yang masih utuh / bisa dinikmati bentuk candinya, cumak sekitar empat atau lima buah.. Saya sendiri sempat bertanya knapa bisa begitu..jawaban yang saya terima juga terkesan asal…( eehh..maaf ). Sebagian tuh rusak karna alam…alam yang mana ? Alam adiknya Veti Vera ? ( hehehehe..bercanda ).

9

Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi,Kec. Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tentunya. Tepatnya di lereng Gunung Ungaran.  Candi ini terletak pada ketinggian kisaran 1.200 M DPL.  Dan suhu di sana 25′ C. Info itu saya dapatken dari hape jadul yang saya punya. Percayalah !!!

Perjalanan dari Semarang bisa ditempuh lebih kurang sekitar 2 jam pake mobil kecil !! Itu juga sebenernya saya sudah ngebut dan kenak macet karena pas hari weekend !! Brarti tanpa macet durasinya bisa ditawar dan dapet diskon 30 menit. Idealnya memang pake mobil pribadi. Lha trus kalo pake bus gimana ? ( Saya jawab sendiri ) ~> kalo pake bus besar ( seat 48 ) atau medium (seat 30) ada sentral parkirnya sendiri… dari sentral parkir menuju obyek ya jalanlah kaki…lumayan ngos-ngosan dikarenakan jalan menanjak .. Sesampainya di obyek tolong plis beli tiket dulu. HTM untuk domestik Rp. 7.500,- . Trus baru kita masuk … Lhah pas kita masuk, ada banyak sekali pedagang ( biasa…namanya juga obyek wisata ) khas obyek tersebut. Mulai dari souvenir…jagung bakar sampai sate !! Duh aromanya..sedapnyaaaa.. Saya sii nggak sempat survey brapa harganya apalagi jajan. Wong bau harum sate saja sudah membuat kenyang perut ini.. 🙂  . Dan tak ketinggalan pulak, jasa sewa kuda !! Sewa kuda ini ditawarkan bagi mereka yang ndak kuat jalan kaki menanjak mengelilingi Candi. Harga sewanya Rp. 50.000 per kuda. Ini sangat membantu sekali. Tapi sekali lagi saya ndak nyewa..saya jalan kaki saja..irit beroo..   🙂 🙂   . Candi 1 yang menjadi tujuan pertama kunjungan sangat ramai…ya gimana ndak ramee..lha wong di sini paling dekat jangkauannya…lagian sebagian pengunjung yg kebetulan bareng dengan saya sudah gemppoorr , capek jalan dari sentral parkir.. Tapi lumayan untuk ajang narsis..pemandangan bagus, poto dari angel  manapun cukup bagus !!  Dan saking semangatnya untuk membantu ambil poto kaum narsis tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.00. ( Saya kebetulan nyampai pukul 14.00 ). Kabutpun turun..rombongan yang aku bawa dari Semarang memohon segera turun dan melanjutkan perjalanan kembali. Belum sempat kita naik ke Candi selanjutnya…tapi peserta yg kebetulan berasl dari pulau tetangga sudah merasa puas bisa melihat hamparan situs ini….okelah kalo begitu..akupun menuruti apa kehendak pesertaku…dan turunlah aku untuk melanjutkan pulang kembali ke Semarang….

91

Pembaca ndak usah kecewa…ya sapa tahu nti ada group lagi yang mintak ke sini…akan saya lanjutken tulisan ini. Lha apabila Anda memang penasaran ndak sabar nunggu cerita ini…hubungilah aku…nti tak anter kesana..  🙂  🙂

 

wisata SEPUR KLUTHUK

Banyak orang menyebut (terutama orang dJawa) Kereta Uap dengan sebutan Sepur Kluthuk. Bebas ajaahh kalii..ndak ada yang ngelarang kok. Kereta Uap ini berbahan bakar kayu !! Peninggalan jaman Belanda. Konon di dunia ini hanya tinggal tidak lebih dari lima biji !! Salah satunya ya di Indonesia dan tepatnya di Ambarawa Kabupaten Semarang Jawa Tengah ( harus lengkap nyebutinnya ). Kota Ambarawa sendiri berjarak kurang lebih 50 km dari Kota Semarang. Bisa ditempuh dengan kendaraan dengan durasi 1 jam ( jangan lebih, kalau lebih berarti kena macet… )

Untuk bisa menikmati wisata kereta ini prosesnya agak sedikit ribet. Proses diawali dengan reservasi ke DAOP 4 yang berlokasi di Semarang. Kemudian dari pihak terkait akan melayangkan surat permohonan ke DIRUT KAI. Dan kita sambil menunggu jawaban diharapkan terus berdoa memohon kepada Tuhan agar reservasi kita di acc 🙂  🙂  . Dan begitu dapat jawaban di acc maka kita disarankan untuk segera menyelesaikan secara jantan administrasinya… Untuk 1 kali trip route ke Tuntang biayanya IDR 7,5 jeti. Kapasitas maksimal 120 paxs untuk 3 gerbong. Untuk 2 gerbong 80 paxs di bandrol harga IDR 5 jeti. Berbeda dengan route ke BEDONO yang jalannya menanjak ( Pakenya Kereta Bergerigi ) harga pasti IDR 7,5 jeti dengan kapasitas maksimal 80 paxs ( 2 gerbong ). Administrasi dilakuken di Stasiun Poncol Semarang.

Trip kali ini group akuuh ambil route ke Tuntang dikarenaken jumlah pax nya 120, akan melintasi RAWA PENING yang melegenda… Group tiba 1 jam sebelum loko tour dimulai..dan peserta masih punyak kesempatan menikmati Stasiun yang sekaligus digunaken sebagai Museum KA. Ketika kami asik narsis berpoto ria sambil sesekali mengagumi isi museum, terdengar suara lengkingan peluit tanda tour dimulai….prosedur standard naik kereta api meskipun kami sudah booking semua gerbong. Setelah dipastiken tak ada peserta tertinggal, perlahan kereta api uap merangkak berjalan dan tttuuuuuiiiittttttt…… klaksonnya memecah riuhnya keceriaan peserta. Tak ada wajah kuyu..semua riang ( persis anak kecil ). Kembali klakson kereta dibunyikan dan selalu peserta tepuk tangan menyambutnya…hahahahahaa ini masa kecil kurang bahagia ( termasuk akkuuhh ). Peserta saling berebut ambil posisi dekat jendela, kalupun ndak dapet pinggir jendela ya pada nongkrong di sambungan gerbong. Ini semua dilakuken karena banyak peserta yang tak ingin ketinggalan momen indah di sepanjang perjalanan. Ceritanya tuh berburu gambar…sepur 9

Saat kereta melaju..seperti halnya naik kereta komersial laennya, seorang bapak tua petugas berjalan menyusuri gerbong untuk sekedar menyapa peserta ( kalau di kereta komersial tugasnya check tiket ). Dan beliau akhirnya malah jadi seleb dadakan,,dikarenaken banyak peserta yang pengen berpoto dengan beliau…( akuuhh ngiri knapa mbak2 canteek iniih malah berpoto dengan bapak tua…kok ya ndak poto sama akkuuh padahal sama tuanya …heheheheee ). Kereta berkecepatan kurang lebih 40 – 50 km/jam menurutkuuhh. Menyusuri pinggir Rawa Pening dengan pemandangan gunung, rawa, petani tambak dan pencari ikan….duuhh komplit ddaahhh. Rugi eloh pade ndak ikut..swear !!sepur7 dan tibalah kami di stasiun Tuntang setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit. Suasana sepi…ya iyalahh wong stasiun ini sudah ndak di pake…. Kami punya waktu 15 menit untuk menikmati suasana stasiun, sementara loko akan berbalik arah… Dan tttuuuiiitt…smua berebut ambil tempat di gerbong ntuk kembali meneruskan perjalanan ke Ambarawa  sepur5

Masih seperti saat berangkat, peserta tetap ceria. Ada jugak yg berlagak seleb 🙂 sok lambaikan tangan ketika melintasi perkampungan…hehehehe. ……..      Hingga akhirnya kami kembali finish di Ambarawa dengan selamat. Pastilah wong sebelum berangkat selalu diawali doa oleh sang tour guide yaitu SAYA !!!

Sekembalinya kami dari Tuntang..kami tak langsung menuju bus kembali ke Semarang. Tapi masih ada surprise lain ( ini jugak ide sang tour guide ~> SAYA ) yaitu suguhan jajan tradisional dan tarian kuda lumping…..ahaa semua beri tepuk tangan stending aplus !!!  Tak terasa waktu bergulir begitu cepat melebihin kecepatan kereta api uap…kami harus cepet pulang dikarenaken masih ada lagi acara yang harus kami ikutin… ndak apa..dan sebagian besar dari peserta janji untuk kembali lagi dengan route yang berbeda yaitu ke Bedono. Mangkanya broohh siisstt…rugi dah kalo lohh pade ndak nyobak ini kereta. Dan kalo mau nikmatin ini kereta eehhmm…jangan lupa kontak SAYA. Ingat SAYA yahh..  🙂 🙂

Dah dulu dah..nti kalo ke Bedono aku ceritain lagee.. dan di bawah ini sebagian dari poto yang bisa buat oleh-oleh kalian. Ndak usah protes wong ya poto ini jugak hasil dari mblutut.. 🙂 🙂 🙂 sepur3

sepur 5sepur 4sepur4

iKLan itu…

           Jrreenngg…sudut dunia mana yang terbebas dari iklan hayoo cobak ? Menarik buat dibahas saat bete, ada yang pro ndak sedikit yang kontra. Wong namanya “IKLAN” , ketika orang sedang berdebat menggunjingnya…ya tetep ditempelin iklan !!! Hehehehe… itulah menariknya iklan. Duluuu sekali jamannya belum marak tipi swasta iklan pernah muncul di tipi pemerintah..trus kalo ndak salah dibatasin apa dihapus gitu. Nah sekarang dengan menjamurnya tipi swasta iklan jadi “mesin penghasil uang” efektip. Ndak salah jugak sii, karena dengan iklan sebuah tipi bisa terbantu (mungkin) dalam beroperasi. Dan perusahaan yang menggunaken jasa media akan terbantu mengenalken produknya ke massa. Yahh semacam simbiosis mutualisma. Demikian juga di rediyo… Baik itu milik pemerintah atawa swasta. Kini sudut dunia sudah di invasi oleh yang namanya iklan. Dalam bentuk apapun. Yaitu iklan yang berupa tayangan di media elektronik, spanduk jugak selebaran. Wuuiihh hebat yaa si iklan ini.

          Seperti sudah disebut diatas bahwa iklan menarik untuk diomongin. Kini kita omongin yang di tipi dulu. Mohon di note : guweh bukan anti iklan lhoo yak !!. Begini, memang betul iklan akan menjadi efektip ketika ditempatken, ditayangken pada tempat dan waktu yang tepat. Tapi yahh tempat dan waktu yang tepat itu sangat berbeda menurut definisi tiap kepala. Itu juga menurut guweh !!. Tepat ketika ditayangken pada jam prime time ( mengutip bahasa di tipi ). Karna menurut mereka yang punyak bahasa prime time, iklan itu akan disaksikan oleh banyak kalayak. Diprediksi orang akan menonton / mendengar pada jam tersebut. Perkara orang berkenan, tertarik atau tidak itu mah belakangan. Nah ini yang kadang mbikin guweh sedikit bete !! Lha iyalah…contoh kasus saat iklan disisipin di saat filem yang lagi seru-serunya. Dah gitu ngeditnya setelah habis iklan (pernah dan banyak) gak nyambung. Duhh…mau marah sama sapa coba..wong ya iuran tipi ajah guweh ndak mbayar..!! Tapi ada jugak iklan sebagai “penyelamat” kalo boleh saya bilang begitu. Jadi begini, ini sering lhoohh. Saat acara dialog atawa debat di tipi, tak jarang antar nara sumber sangat emosi dalam berdialog dan mempertahanken pendapatnya. Nah disini peran sang moderator / yang mewanwancari ( istilah tepatnya apa yak ? ) sangat vital. Mereka akan melerai sang nara sumber dengan alasan iklan. Hehehhe cerdas !! Itu “penempatan” iklan yang tepat !! Tapi sekali lagee tiap orang punya definisi yang berbeda tentang bagaimana yang tepat itu.

          Kini iklan juga merambah di dunia sosmed ( keknya dari dulu yak ? ). Jejaring sosial dengan akun follower banyak adalah kunci dari semuanya. Cobak tengok beranda jejaring kalian..bersihkah dari iklan ? OOhh noo….Nahh ini yang kadang mbuat guweh geleng2 kepala antara heran, takjub dan sedikit jengkel (biasa). Lha iyalah..ini pengalaman guweh lho… Guweh tuh yak suka memfollow akun-akun yang gak begitu serius karna bagi guweh bermain di duma khususnya jejaring sosial tuh cumak sebagai hiburan dikala bete, meski ada juga akun serius yang guweh ikutin karna sebagai penyeimbang informasi.  Ada akun punyak tokoh / orang terkenal yang followernya bejibun dengan gratis dan suka rela menshare dagangan seseorang yang mintak di publikasikan..ada !! Ada pulak akun follower bejibun yang basicnya ringan…eee kok suatu saat terang-terangan menawarkan diri untuk jadi pengiklan. Awalnya guweh penasaran ketika akun tersebut mencantumkan no hp dan di pesilakan menghubungi no tsb kalo pengin di share produknya. Ah iseng guweh tlepon..ternyata eh ternyata yang dibahas adl biaya. Minta berapa kali penayangan, sehari brapa kali dan seterusnya dan seterusnya… WWahhh hebaattt ini akun.. angkat topi dehhh. Tapi kalo boleh ngusul mbok yao identitas yang dulu ya jangan ditinggalin lahh..tetaplah membanyol dengan ciri khasnya. Oke broww 🙂

          Trus iklan berupa selebaran spanduk dan sejenisnya. Semarang dan mungkin kota-kota besar lain kini jadi belantara iklan spanduk. Dan saking kehabisan tempat ( mungkin ! ) rumah ibadat, kantor pemerintahan tak luput dari jajahan tempat menempel dan menggantung selebaran dan spanduk. Cobaklah keluar sebentar kalo ndak percaya…pergilah ke pusat kota atau jalan besar atau mungkin ke rumah ibadat. Duhh…tapi ya ndak apa-apa. Namanya juga usaha menjaring dan sapa tahu ada yang kejaring.. Tapi…tapi..ah sudahlah itu kalian yang berhak menilai. Karna tiap kepala masing-masing isinya 🙂 .  Nah..ada lagi pengiklan dengan model memberikan brosur sebuah produk (makanan) yang selalu diberikan di bangjo ( traffic light ).  Ini di Semarang !! . Dan meskipun kita lewat 100x di bangjo tsb orang tersebut selalu menawarken tepatnya memberikan brosur dari produk sebuah makan. Sampai dimana sii tingkat efektifitasnya… Karna itu tiap hari lhohh.. Dan pernah guweh sekedar membuktiken (dari luar toko ybs) kok ya ndak boom amat yang dateng…Trus..ya trus pikirlah sendiri…

          Ah sudahlah…benernya masik banyak yang ada di otak guweh..tapi otak guweh keburu kesisipan barang iklan. Jelasnya guweh ndak anti iklan…cumak bagi pengiklan #pesenguweh cobaklah beriklan yang simpatik yang tepat waktu dan tempatnya. Bener lho coii…jangan mbikin guweh benci iklan, karena guweh juga butuh diiklanken !!!  🙂 🙂

sekian… dan iklan